Tampilkan postingan dengan label rumah kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah kopi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2016

subuh

setelah subuh ada yang menjauh seperti kabut yang menggeliat di sela sela tubuhmu pagi
apakah kamu juga akan beranjak pergi dan kembali
esok lagi
apakah aku dan kamu akan kembali bisa menemuimu kembali?

Senin, 18 April 2016

pagi yang rimbun

pagi yang rimbun dingin menyeruak menelusupi sela sela arabika
cahaya tipisnya seperti memberi isyarat pagi telah terbuka
kamu yang sedari tadi berdiri memandangi
seolah tak mau pisah, enggan meninggalkan sesuatu yang buatmu berarti
lalu dengan sangat berhati hati
kamu lepaskan satu satu apa yang memang bukan milikmu dan kembali
pada hakmu pada hak yang sebaik baiknya sebenar benarnya dan sekekal kekalnya kamu di sini
tak ada lagi yang patut di sesali tak ada lagi sesuatu yang berarti
kini pun nanti
sebab aku dan kamu bukanlah milik aku dan kamu

Minggu, 17 April 2016

ada hujan di minggu sore

apa pun yang kau mau sore ini,
apa pun itu hujan pun akan melampauimu,
meski segala harap yang mengharap
dan segala ingin yang ingin semakin dingin,
hujan surut gerimis menjemput

Senin, 11 Januari 2016

senin aku dan kamu

senin pagi seruput angin yang bersijingkat mengelilingi
semua tentang yang terliwat pada apa pun yang aku dan kamu tak mengerti
sebab ketahuan aku dan kamu adalah sebuah yang memang bukan milik aku dan kamu
pun meski di paksakan di mengerti dan di pahami namun sesuatu yang terus tumbuh baru
adalah sesuatu anugerah bagi aku dan kamu
seperti pagi ini sesuatu itu terus tumbuh dan tumbuh pada setiap tarikan nafas aku dan kamu
ada geliat ingin yang tak mau pergi berpisah meski istirah jadi satu mau
satu ingin satu apa pun itu, hidup akan terus berjalan tanpa aku dan kamu
dan mungkin kamu telah melupa tentang apa apa
yang tak patut di ingat atawa di simpan aku dan kamu akan terus di sini
meski aku dan kamu tahu bahwa hidup tak sepenuhnya milik aku dan kamu
namun hidup telah mengajari dan mengertikan aku dan kamu
kalau ternyata hidup itu adalah sebuah ingin sebuah kenyataan
sebuah nilai baik dan benar dan banyak lagi
hidup hidupilah aku dan kamu seperti aku dan kamu menghidupi hidup
yang benar benar hidup sehidup hidupnya
sebaik baiknya dan sebenar benarnya hidup.

Minggu, 10 Januari 2016

minggu 10 januari 2016

apakabarmu hari ini, hari minggu kedua di januari 2016
apakah kamu masih mengingat semua apa yang terjadi tentang apa saja di 2015?
pun jika kamu masih mengingatnya itu adalah hakmu sepenuhnya
pun bila tidak mengingatnya itu adalah hakmu
namun sesuatu yang sudah terliwat itu pasti satu hal yang membekas
meski tak selalu namun tetap menjadi sebuah kenang di kenanganmu itu
tak ada yang bisa kita tanyakan kenapa dan mengapa
karena semua meluncur deras serupa hujan yang kapan saja akan turun ia akan tetap turun
dan ia tak pernah memikirkanmu apakah kamu sedang baik baik saja atau malah sebaliknya
namun apa pun itu adanya aku dan kamu masih dan harus tetap bersyukur
sebab sampai hari ini siang ini, masih di berikan nafas untuk bisa menghirup udara
merasakan angin lambat bergerak dan hal hal menarik lainnya
pun masih bisa menyeruputi sekopi hangat kental dan sintal
salam taqzimku untuk kalian semua, berkah berkah rahayu senantiasa untukmu kau kalian semua

Minggu, 20 Desember 2015

revolusi sekopi hangat kental dan sintal

setiap aku kamu kau kalian semua
diberikan dan diberkati dengan ilmu pengetahuan akal pikiran,
terlebih ucap dan laku (akhlak dan budi pekerti)
yang semuanya punya tataran berbeda beda sesuai dengan kemampuannya


di soalkan revolusi sekopi hangat kental dan sintal itu bukan hanya bicara mental
namun lebih kesemuanya (kedalam) sebab jasad hanya perwakilan
semata sebagai wujut kasat nyata.


pun apakah kita bisa di anggap baik dan benar?
bisa, sinau (belajar) terus dan terus dan terus menjaga ucap dan laku (akhlak
dan budi pekerti)


tak ada yang susah atawa payah,
semua kembali kepada aku kamu kau kalian semua
mau apa nggak?
kalau pun mau mulailah belajar ngaji ucap dan laku (akhlak dan budi pekerti)


revolusi sekopi hangat kental dan sintal itu lebih ke individunya
apa pun itu individu individu yang nantinya tumbuh dan berkembang sesuai dengan ucap dan laku
(akhlak dan budi pekerti) akan mampu mencipta manusia yang baik dan benar apa pun itu


nb: serupuuut kopinya sedot rokoknya

minggu 20 desember 2015

13:20 kumulai saja mengisi blog ini kembali
sekopi hangat kental dan sintal tentunya menemaniku
senantiasa
hujan semakin kencang
tubuhnya meliuk liuk
membentur apa yang ingin ia benturkan
tak ada sesal
pun kesal
begitulah, aku
kamu
yang sedari tadi mengamatinya
seolah tak berkedip mengingat semua igauan igauan
desember yang dingin
desember yang ingin
desember yang sebentat lagi pergi

apakah 2016 masih menjadi
milikku?
milikmu?

Sabtu, 19 Desember 2015

karna hujan

pun di karenakan hujan, kita selalu mengingatnya, pun karena hujannya
yang semakin dalam pada apa pun
yang telah DIA berikan,
apakah kita akan melali lupakan rasa syukur kita?
ah hidup serupa angin yang selalu meluntakan ingin
memaksanya jadi impian
pun pada apa apa yang harus di miliki, pun pada akhirnya
kita dinamai manusia.

Senin, 23 November 2015

sejenak

jika kamu tahu apa yang ia rasakan pun apa yang ia inginkan dari setiap tarikan nafasnya di setiap do'anya, kuyakin kamu akan senantiasa menjaga kasih sayangmu apa pun itu sebab mempertahankan adalah cara terbaik dari setiap hubungan, bukankan kamu ingat dan kuyakin kamu tak akan pernah lupa bagaimana dulu kamu menyakinkan ia untuk mempercayaimu tulus tanpa ada rekayasa apa lagi imbalan, masih ingatkah kamu? (musim kemarau memang telah tiba namun musim hujan bukanlah juga sebuah harapan, melainkan keinginan untuk bisa dan harus tetap hidup baik dan benar saling menyayangi itu adalah harapan dari impian) ~ nss

pun telah men (jadi)

pun telah menjadi kalimat, pun pada akhirnya menjadi riwayat pada bagian di mana kamu akan mencungkil semua ingatan ingatanmu tentang semuanya tentang ahh kalau saja andai saja dan beberapa teman kata ini, semua berlarian melompat kesana kemari selalu begitu, tapi semuanya adalah kamu sendiri, semua tak akan kembali seperti yang kamu ingini namun juga ini adalah awalan dari sebuah bagian yang belum berakhir

berkembang biak kah?

keluh dan kesah itu sudah ada dari dulu pun sampai sekarang terus berkembang biak, terus dan terus, tapi apakah keluh dan kesah itu bisa berhenti berkembang biak? ya pasti bisa selagi aku dan kamu mau berusaha dan bersyukur, keluh dan kesah selamanya tak akan pernah berkembang biak

itu adalah caraku, apakah kamu?

segelas kopi itu akan senantiasa mengingatkanmu jika ternyata hidup ini syarat dengan manis pahitnya pun semua tergantung si individunya mau manisnya kental atawa pahitnya yang kental semua sudah pasti ada ukuran ukurannya dan yang pasti sesuai dg batas kemampuannya, apa pun itu aku dan kamu harus tetap bergiat terus dan terus bergiat hingga pada waktunya berpulang dg senyum yang bungah dan sumringah senantiasa.

nyata pun itu lah

cinta akan mengajarkanmu sebuah kata namun kasih sayang akan lebih mengajarkanmu arti hidup yang sebenar"nya hidup baik dan benar ~nss

ke ingin ke yang mau

kebersamaan yang kamu gagas itu sangatlah baik, namun apakah kebersamaan yang kamu gagas itu sudah mewakili banyak orang atau sebaliknya hanya untukmu dan orang"mu, ά┼┼ kurasa kamu musti ngopi dulu agar bisa sinau "mari bergaul dg baik"

mengusap yang terlampau

apakah kamu suka dan ingin sekali dengan mendung yang beberapa hari ini mengingatkanmu tentang apa saja yang kamu senangi? jika memang ternyata kamu sangat menyukainya katakanlah iya, agar kejujuran akan keinginan dan kebutuhan hati benar benar memang layak dan harus di perhatikan pun agar segala cerita di masa kanakmu hingga kini tersimpan apik dan kutahu kamu benar benar menikmati musim yang senantiasa mengecupimu di minggu pertama di agustus 2015 ini.

melupa 'kah?

telah kau sengaja lupakan semua tentang hujan, kelinyar angin yang semakin dingin, bisik daun bambu dan gemericik air kali, namun masih saja ada yang mendesakmu serupa mendung yang menggantung di pagi hari dan malam yang kau ucap semakin pucat

mengingatimu kembali

apakah kamu masih suka dan menyukai sekali sabtu malam minggu? apakah kamu juga masih setia menyimpan seluruh catatan catatannya? kurasa malam ini aku dan kamu butuh segelas kopi hangat kental dan sintal sambil sesekali melirik catatan catatan dan sesekali tersenyum sendiri sendiri sembari menikmati sabtu malam minggu yang mendung redupnya begitu dingin begitu ingin sekali hujan, bukankah kamu menyukainya lebih dari apa yang kamu sukai?

kelak pun

yakinmu akan malam yang hujan bukan saja membuatmu senang namun lebih ke senang senangnya kamu, sepiring penganan yang berisi bakwan tempe goreng tahu bunting combro dan beberapa gelintir rempeyek yang tergolek seolah menginginkan hujan agar segera turun, entah mengapa mereka semua menginginkan itu namun ini adalah sebuah keinginan tulus tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, hehehe baiklah kalau begitu mari kita mulai saja jum'at malam sabtu dengan satu ingin pun satu mau agar kita sama sama tahu jika malam ini akan turun hujan satu demi satu butirnya mungkin akan menjadi satu tulisan yang nantinya bisa membuatmu lebih mengerti tentang malam ini yang sebentar lagi hujan.

?

merdeka itu impian pun cuma (?)

karna keyakinan

jangan pernah kau risaukan tentang bulan sepotong malam ini, biarkan dan lekaskan saja apa yang mau kau lekaskan agar segala apa yang pada nantinya di tuju akan semakin jelas dan kau tak akan pernah lagi percaya apa itu rerewang atau pun terawang karna hidup dan maumu adalah milikmu, itu saja, BERGUMBIRA LAH