Selasa, 21 Agustus 2012

bagda Maghrib

belum terlalu malam, belum juga malam menepi, namun dinginnya seolah menandaiku kau dan aku di sini, di kota kelahiran, tempat di mana tiga tahun lalu kita menyua bersama impian di pucuk pucuk harap yang semakin rapat serapat rapat pohon kelapa di pantai, ya musim kemarau telah mengecup kita perlahan, lirihnya jadi kenangan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar