apa yang sedang kamu pikirkan?
apa yang akan kamu lakukan?
dan apa yang akan setelah itu
kamu lakukan lagi,
atau kamu atau aku harus iya, mengiyakan sesuatu yang sebenarnya tak patut
kita iyakan,
namun apa ternyata ia ingin kita mengiyakan sesuatu yang menurut ia itu baik dan
benar,
ini kerap terjadi di akhir akhir ini pun dari dulu, namun luput dari perhatian dan pemahaman
kita (mungkin), iya ini terjadi di dalam hidup kita baik pembenaran dan penyalahan, dan ia pun
tahu jika ia sebenarnya bukan siapa siapa namun ia adalah sebuah sikap atau sebuah tindakan refrensif
kita untuk selalu setuju dan mengiyakan (tanpa pernah tahu apa iya yang sebaik baik iya dan sebenar benarnya
iya)
sedikit melebar di pilihan pileg atau pun pilpres apa rasa akan iya itu masih murni utuh apa adanya
tanpa ada pretensi apa pun? mari kita sama sama ngaji ucap dan laku sampai di mana iya itu?
apakah iya akan selalu ada dan tidak ada ketika kita di benturkan dengan persoalan sepiring nasi?
apakah iya akan selalu jujur?
iya aku tidak jujur, namun aku dan kamu kau kalian semua akan belajar jujur untuk iya pada tempatnya
pada di mana iya akan selalu di iyakan dan untuk tidak iya pun pada tempatnya.,salam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar